Rabu, 04 Agustus 2010

menuju puncak



Mount Everest Puncak Tertinggi dan Kuburan Tertinggi di Dunia: Ternyata di mount Everest banyak mayat bergelimpangan. Mount Everest adalah titik tertinggi di planet bumi. Karena kondisi yang unik ini banyak orang yang mencoba untuk mendakinya semenjak Sir Edmund Hillary berhasil mendakinya pada tahun 1953. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 29,035 feet (8,850 meter) dari permukaan laut. Gunung itu sendiri menjadi pembatas antara Nepal dan Tibet.

Suhu rata-rata tertinggi terjadi pada bulan mei 2008 yaitu minus 17 derajat Fahrenheit (minus 27 derajat Celsius) and kecepatan angin 51 mil (81 km) per jam. Diwaktu lain sepanjang tahun, angin dapat berhembus dalam kecepatan badai 118 mil dan temperatur dapat jatuh sampai minus 100 derajat fahrenheit( minus 73 derajat celcius). Fakta tambahan yang lain adalah kurang dari sepertiga oksigen yang ada di udara dibanding dengan udara yang berada di permukaan laut.

Everest news memperkirakan, pada tahun 2004 lebih dari 2000 orang berhasil mencapai puncak, dan 189 orang mati ketika mencobanya. Jika anda adalah salah satu dari kurang lebih 150 orang yang akan mencoba untuk mendaki Mount Everest pada tahun ini, ada sesuatu yang pasti akan anda lihat sepanjang perjalanan - MAYAT.

Dari 189 orang yang mati dalam pendakian mereka, diperkirakan 120 orang dibiarkan tinggal di sana. Ini merupakan peringatan yang mengerikan bagi para pendaki. Alasan sederhana mengapa mayat-mayat pendaki dibiarkan berserakan di sana adalah terlalu sulit dan berbahaya untuk mencoba memindahkan mereka. Mencoba membawa tubuh orang mati atau pendaki yang terdampar akan memakan waktu yang terlalu lama dan membuat tim pendaki terhambat. Ini membuat usaha penyelamatan sama dengan bunuh diri.

Kebanyakan mayat terletak di “Zona kematian”, area ini terletak di atas base camp terakhir di ketinggian 26,000 feet (8,000 meter). Banyak mayat yang membeku dengan tali masih melingkar di pinggang mereka. Mayat yang lain dalam keadaan membusuk, karena itu beberapa pendaki yang telah berpengalaman telah membuat suatu usaha untuk menguburkan mayat-mayat yang mudah dijangkau.

Pada tahun 2007 Ian Woodall, pendaki Inggris, kembali ke Everest untuk mengubur 3 mayat pendaki yang dia lewati dalam perjalannya menuju puncak. Salah seorang pendaki, seorang wanita bernama Francys Arsentiev, masih hidup ketika woodall menemukannya. Kata pertamanya adalah “jangan tinggalkan saya.” Kenyataan yang menyeramkan, tapi, Woodall tidak dapat berbuat apapun untuk menolongnya tanpa membahayakan hidupnya sendiri atau hidup timnya. Dia terpaksa meninggalkan wanita itu untuk mati sendiri.

kita bisa melihat risiko ketika kita ingin menuju puncak tertinggi....tapi untuk beberapa orang seberat apapun perjalanan menuju puncak akn dijalani karena mereka telah bermimpi sebelumnya...walaupun risikonya adalah kematian sekalipun......semoga mereka tenang dalam semangat mereka menuju puncak.....

peta panorama

Peta Panorama PDF Print E-mail

aga sedikit emosi, karena panorama yang mereka buat berbeda dengan ini....tapi yang jadi masah mereka panitia'y....dan semoga ini menjadi bahan pembelajaran nantinya....nah ini adalah materi peta panorama yang di ambil dari pramukanet.org,

Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu.

Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :

1. Pensil Teknik 2B

2. Penggaris panjang

3. Kertas buffalo

4. Kompas bidik

5. Meja kerja

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :

1. Arah Pandang atau Sudut Pandang

Batas sudut pandang yang diberikan dalam pembuatan peta panorama dapat berupa satu sudut atau dua sudut sebagai arah untuk penggambaran panorama atau pemandangannya. Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi masalah yang berarti karena kita tinggal membidik sudut yang telah ditetapkan tersebut untuk batas penggambaran panorama. Untuk satu sudut pandang maka untuk menentukan batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar panorama kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30 untuk daerah kanan dan mengurangi sudut tersebut dengan 30 untuk daerah kiri. Kemudian baru menggambar peta panoramanya.

2. Penggambaran Batas Daerah

Setelah diketahui batas daerah yang akan digambar, maka langkah selanjutnya adalah membuat sket batas daerah satu dengan daerah lainnya, antara satu perbukitan dengan perbukitan atau perumahan dan lain sebagainya. Untuk penggambaran sket ini dibuat setipis mungkin karena hanya untuk pembatas dalam pembatas dalam penafsiran nanti.

3. Pembuatan Arsiran

Untuk pembuatan arsiran ini merupakan tahapan penting dalam membuat peta panorama. Yang perlu diperhatikan adalah untuk daerah yang dekat dengan pandangan kita maka arsirannya dibuat berdekatan

sekali, demikian seterusnya sampai pada daerah terjauh atau lapis paling atas dibuat renggang. Arsiran horisontal dipergunakan untuk daerah lautan, arsiran tegak atau vertikal untuk gunung, sedangkan untuk daerah yang landai (seperti perumahan, pepohonan) maka arsirannya dibuat agak miring (mendekati horisontal), untuk daerah yang agak curam (seperti perbukitan atau jurang terjal) maka arsiran dibuat miring mendekati tegak.

4. Pembuatan Arah Utara

Arah utara ini diperlukan untuk mengetahui posisi menggambar kita dan juga sekaligus sebagai koreksi apakah arah yang digambar itu sudah benar. Biasanya arah utara dibuat pada posisi pojok kiri atas dengan gambar anak panah dan arahnya disesuaikan dengan arah kompas

5. Penulisan Sudut Batas dan Keterangan Batas

Untuk sudut pandang sebelah kiri dan kanan hendaknya dicantumkan sekaligus dengan keterangan gambar yang sesuai dengan keadaan kemudian jangan lupa untuk memberikan penomeran pada masing-masing daerah sehingga mempermudah untuk pemberian keterangan nantinya.

Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh berikut ini.

Image

Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd


dan semoga Tuhan memberkati kita semua,salam pramuka